-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Ir. Dwi Shinta Dharmopadni Telah Menjadi Editor 21 Buku dan Penulis 7 Buku di Bhumi Literasi Anak Bangsa

Sunday, August 9, 2026 | August 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-09T10:28:21Z

 


Jakarta — Dewan Pengawas Bhumi Literasi Anak Bangsa, Ir. Dwi Shinta Dharmopadni, mencatat kiprah produktif di dunia literasi dengan menjadi editor sebanyak 21 buku sekaligus menulis tujuh buku. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam mendorong budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat.

Sebagai editor, Dwi Shinta Dharmopadni telah terlibat dalam penyuntingan berbagai buku dengan tema yang beragam, mulai dari teknologi, kepemimpinan, pendidikan, karakter, budaya, sejarah, hingga kehidupan sosial. Buku-buku tersebut antara lain Tuyul Kecil dan Tabungan Dukun, Jejak Digital, Seni Berbicara di Depan Publik, Kepemimpinan Militer di Era Milenial, dan Membangun SDM Unggul di Lingkungan Militer.

Karya lain yang pernah dieditnya mencakup Filosofi Tukang Parkir, Manusia Berkarakter, Sego Goreng Suroboyo, Pemrograman Arduino, Mental Baja di Era Milenial, Doa Anak Nakal, serta Semua Orang Bisa Menulis Buku. Ragam tema tersebut menunjukkan keterlibatan Dwi Shinta dalam menghadirkan buku yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dekat dengan kehidupan masyarakat.

Peran editorialnya berlanjut pada sejumlah buku yang mengangkat gerakan literasi, kepemimpinan, budaya, dan pengalaman tokoh. Di antaranya Gerakan Literasi Akar Rumput: Filosofi Bhumi Literasi Anak Bangsa, Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan: Sang Jenderal Pecinta Buku, Mozaik Budaya Fakfak, dan Di Balik Riuhnya Panggung Dunia. Buku-buku tersebut memperlihatkan perhatian terhadap literasi sekaligus dokumentasi pengalaman dan kekayaan budaya Indonesia.

Dwi Shinta Dharmopadni juga menjadi editor untuk buku bertema teknologi dan sejarah, seperti Dasar-Dasar Pengolahan Data Elektronik, Drs. Sumadha, Papua Dari Dekat, Sekolah Kedinasan atau Kuliah? (Peta Karier Gen Z Menuju 2045), hingga Langit Dili 1975: Operasi Lintas Udara Terbesar TNI. Dengan demikian, total buku yang telah dieditnya hingga 9 Agustus 2026 mencapai 21 judul.

Selain menjalankan peran sebagai editor, Dwi Shinta juga aktif menghasilkan karya sebagai penulis. Tercatat tujuh buku telah ditulisnya, dimulai dari Saya Bukan Keluarga TNI, Saya Tidak Punya Uang, Apa Bisa Lolos Jadi TNI? yang mengangkat persoalan kesempatan dan perjuangan generasi muda dalam meraih cita-cita menjadi prajurit TNI.

Karya berikutnya adalah Duel Dua Hacker Sakti dan Menggali Dunia Digital, yang membawa pembaca ke dalam tema teknologi dan dunia digital. Kedua buku tersebut memperlihatkan perhatian Dwi Shinta terhadap perkembangan teknologi informasi sekaligus pentingnya literasi digital bagi masyarakat di tengah perubahan zaman.

Dwi Shinta juga menulis Dari Kelas Kecil ke Medan Perang, sebuah karya yang memadukan perspektif pendidikan dan pengalaman menuju medan pengabdian. Selain itu, ia turut menulis Bhumi Literasi Anak Bangsa Jilid 1 dan Bhumi Literasi Anak Bangsa Jilid 2, yang berkaitan erat dengan perjalanan dan gagasan gerakan literasi yang dikembangkan Bhumi Literasi Anak Bangsa.

Buku ketujuh yang ditulisnya adalah Pemikiran Sang Bapak Bhumi Literasi. Karya tersebut melengkapi kiprahnya sebagai penulis sekaligus menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan pemikiran dan perjalanan tokoh serta gerakan yang berada di lingkungan Bhumi Literasi Anak Bangsa.

Dengan capaian 21 buku yang telah diedit dan tujuh buku yang telah ditulis per 9 Agustus 2026, Ir. Dwi Shinta Dharmopadni menunjukkan konsistensinya dalam mendukung ekosistem literasi. Kiprah tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan Bhumi Literasi Anak Bangsa untuk terus menghadirkan buku, mendorong masyarakat menulis, serta menjadikan literasi sebagai sarana membangun pengetahuan dan sumber daya manusia Indonesia.

×
Berita Terbaru Update