Bima — Pemerintah Kelurahan Nae berkolaborasi dengan Smartfren resmi meluncurkan Program Zero Waste sebagai gerakan edukasi lingkungan yang mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah mulai dari rumah tangga. Program ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
Peluncuran Program Zero Waste tersebut ditandai dengan penyerahan ember pilah sampah organik kepada kelompok ibu rumah tangga serta pembagian kartu SIM Smartfren kepada peserta program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong masyarakat agar mulai melakukan pemilahan sampah secara mandiri dari sumbernya.
Pada tahap awal, program melibatkan sebanyak 19 rumah tangga yang berada di RT 12 dan RT 13, Lingkungan Salama, Kelurahan Nae. Keterlibatan rumah tangga tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah, terutama melalui pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari lingkungan keluarga.
Melalui program ini, masyarakat tidak hanya diarahkan untuk memilah dan mengumpulkan sampah, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari tingkat rumah tangga.
Program Zero Waste juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembayaran iuran atau retribusi persampahan. Partisipasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem pengelolaan persampahan sekaligus mendukung sumber pendapatan daerah yang nantinya dapat menunjang keberlanjutan pelayanan persampahan.
Dalam pelaksanaannya, sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan memiliki nilai ekonomi. Melalui kolaborasi dengan Smartfren, sampah yang terkumpul dapat dikonversikan menjadi paket data internet. Skema tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan pendekatan baru bahwa sampah yang dikelola dengan baik bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Konsep tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi rumah tangga peserta untuk konsisten memilah sampah. Dengan adanya manfaat langsung berupa paket internet, masyarakat memiliki insentif tambahan untuk mengumpulkan sampah secara terpilah dan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Lurah Nae menyampaikan harapan agar Program Zero Waste dapat berjalan secara konsisten dan tidak berhenti pada tahap peluncuran. Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di lingkungan maupun gang lainnya di Kelurahan Nae, sehingga semakin banyak rumah tangga yang terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Kolaborasi Pemerintah Kelurahan Nae dan Smartfren ini sekaligus menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dalam menghadirkan inovasi sederhana untuk menjawab persoalan lingkungan. Gerakan memilah sampah dari rumah tangga diharapkan dapat berkembang menjadi budaya bersama yang memberikan dampak positif terhadap kebersihan, kesehatan lingkungan, dan partisipasi masyarakat.
Program Zero Waste Kelurahan Nae juga menjadi bagian dari dukungan terhadap arah pembangunan Kota Bima di bawah kepemimpinan Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., dengan visi “Kota Bima Maju, Bermartabat dan Berkelanjutan.” Melalui gerakan yang dimulai dari rumah tangga ini, semangat pembangunan berkelanjutan diharapkan dapat diwujudkan melalui aksi nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan, mengurangi sampah, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih bertanggung jawab.


.jpeg)